Fatwa Guru Mursyid

Haul Guru ke-16 tahun 2018

Musibah Bangsa

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

            Marilah kita mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas karunia dan hidayahNya kita diberi kesehatan, kecerdasan berpikir dan kehidupan yang tenang. Kemudian kita sampaikan shalawat dan salam keharibaan junjungan kita yang khalis mukhlisin Arwahul Muqaddasah Nabi Besar Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, semoga kita mendapat syafaatnya di yaumil akhir nanti.

            Salam ta’jim yang berkepanjangan kita sampaikan pula kepada Ahli silsilah Thariqatullah Thariqat Naqsyabandiyah serta Guru-guru yang Mursyid, yang telah menuntun kita menjadi Insan yang kuat dan padat tauhidnya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang akhirnya kita dapat membedakan mana yang haq dan mana yang bathil.

Para Undangan dan jamaah yang mulia dan dimuliakan Allah,

            Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ibu para undangan yang berkenan hadir atas undangan kami untuk memperingati Haul Guru Al-Mukarrom Saidi Syekh H. Amir Damsar Syarif Alam yang ke-16 tahun 2018. Beliau adalah Pendiri sekaligus Guru Besar Thariqat Naqsyabandiyah Jabal Qubis Tanjung Morawa silsilah ke-35.

            Sebelum saya melanjutkan sambutan dan fatwa, saya mengutip firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Al-Qur’an surat Asy-Syuura’ ayat 30 yang artinya : “Dan apapun musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”

Bapak dan Ibu yang dimuliakan Allah,

Sebahagian besar rakyat Indonesia dalam beberapa tahun belakangan ini mengalami keprihatinan yang sangat mendalam. Keprihatinan yang menimpa rakyat Indonesia tidaklah datang begitu saja tanpa ada sebab. Keprihatinan rakyat Indonesia ini bukanlah sesuatu yang dibuat-buat, akan tetapi suatu kenyataan yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. Beragam sebab yang dialami oleh rakyat dari mulai kalangan bawah hingga kalangan atas. Ada karena usahanya bangkrut, ada yang sulit mendapat pekerjaan, ada yang waswas karena keamanan dirinya selalu terancam, ada yang merasa putus asa karena hasil pertaniannya gagal panen, ada yang dilanda kebingungan karena musibah gempa, banjir dan sebagainya. Bahkan banyak juga rakyat merasa prihatin karena berkembang dengan suburnya paham-paham agama yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan hadist, semakin banyak dan terang-terangan penghinaan kepada agama Islam, kepada Ulama Islam bahkan persekusi kepada para ulama Islam. Kondisi seperti ini merupakan musibah bagi rakyat Indonesia.

Hadirin yang saya hormati,

            Akumulasi keprihatinan rakyat jika dibiarkan pastilah akan menjadi Gunung Es, yang sewaktu-waktu bisa mencair dan berakibat tumpah menjadi air bah. Sapuan air bah ini sudah tentu akan membinasakan apa saja yang menghalangi lajunya. Na’uzubillah. Tidak dapat dipungkiri bahwa peranan media sosial sangat membantu rakyat dan pemerintah untuk menerima informasi dan menyebarkan informasi, apa sebenarnya yang sedang terjadi dalam kehidupan di Negara kita.

            Terjadinya bencana alam di berbagai daerah Indonesia dalam kurun waktu 2 tahun ini seolah simultan, akibatnya menguras tenaga pikiran dan dana yang tidak sedikit, bukan saja rakyat akan tetapi juga Pemerintah. Pemerintah tampak kewalahan menanggulangi akibat dari bencana alam yang terjadi.

            Secara empiris anjloknya perekonomian Negara ditandai dengan semakin meningkatnya jumlah hutang Luar Negeri, semakin menurunnya nilai tukar rupiah terhadap uang asing, harga kebutuhan pokok yang melonjak naik, naiknya tarif listrik, air, naiknya harga BBM, meningkatnya pengangguran. Lebih jauh berdampak kepada menurunnya daya beli masyarakat, lesunya jual beli ditingkat rakyat menengah kebawah dan akhirnya berujung kepada meningkatnya kejahatan, maraknya maksiat dan rendahnya produktivitas rakyat.

            Namun kita tidak bisa menafikan begitu saja kerja keras pemerintah untuk menanggulangi anjloknya perekonomian Negara, memberantas korupsi dan membangun infrastruktur. Terdapatnya kekurangan dan kelemahan walau sudah kerja keras, juga wajar-wajar saja terjadi. Kita sebagai rakyat awam tentu tidak mengetahui parameter kegagalan ataupun keberhasilan kerja pemerintah dalam hal ini kita serahkan kepada para pakar di bidangnya masing-masing.

Hadirin yang mulia dan dimuliakan Allah,

            Kondisi bangsa dan Negara yang mengusik kita adalah masalah tatanan sosial berbangsa dan bernegara. Disana terdapat seperangkat norma dan nilai yang mengatur suatu lingkungan sosial dimana tidak saja individu dengan individu akan tetapi juga individu dengan kelompok yang saling berinteraksi atas dasar status dan peranan sosialnya masing-masing. Sehingga jika terjadi carut marut tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara menurut saya juga merupakan musibah.

            Musibah bagi saya bukan saja terjadinya dibidang fisik, akan tetapi juga terjadinya dibidang kehidupan sosial masyarakat. Musibah dalam kehidupan sosial masyarakat, adalah lebih penting mendapat perhatian ketimbang musibah dalam bentuk fisik. Hancurnya kehidupan sosial masyarakat, akan memakan waktu sangat panjang beberapa generasi untuk dapat memperbaikinya, sementara kehancuran fisik sebaliknya dapat direhabilitasi dalam waktu pendek.

            Sebagai suatu Negara yang rakyatnya mayoritas beragama Islam, hancurnya tatanan sosial kehidupan berbangsa akan berdampak kepada hancurnya kehidupan Negara Indonesia jika pemerintah tidak segera menanggulanginya. Adanya kelompok-kelompok masyarakat yang anti Islam, yang melecehkan Islam, yang melarang pengajian, yang melarang azan pakai pengeras suara, melegalkan LGBT, membakar bendera yang bertuliskan kalimat Tauhid, kesemuanya ini pastilah akan membentuk suatu akumulasi keprihatinan rakyat, dan akumulasi ini akhirnya dapat menjadi Gunung Es yang sewaktu-waktu akan mencair.

Hadirin dan para undangan yang mulia dan dimuliakan Allah,

            Sebagian besar rakyat Indonesia tentulah tidak menginginkan terjadinya musibah, apalagi terjadinya bencana. Musibah  adalah suatu kejadian yang menimpa manusia akibat dari kesalahan manusia itu sendiri. Sedangkan Bencana (Fitnah) adalah kejadian dahsyat yang dijatuhkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan dapat menimpa manusia yang bersalah dan yang tidak bersalah.

            Oleh karena itu, kami berharap kepada para pemimpin Negara ini hendaklah segera merespon dan mengambil tindakan hukum terhadap orang atau kelompok yang merusak tatanan sosial kehidupan berbangsa dan bernegara. Kesusahan demi kesusahan akan terus dialami oleh rakyat Indonesia, jika para pemimpin Negara ini tidak cepat merespon dan berlaku adil terhadap masyarakat muslim apalagi mengkriminalisasi ulama Islam. Bukan itu saja, Negara Indonesia inipun bisa mendapat bencana dahsyat dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Na’uzubillah !

Para Undangan dan hadirin yang di rahmati Allah,

Sebagai hamba Allâh Subhanahu Wa Ta’ala, semua manusia dalam kehidupan di dunia ini tidak akan luput dari berbagai macam cobaan, baik berupa kesusahan maupun kesenangan. Hal itu merupakan sunnatullah yang berlaku bagi setiap insan, yang beriman maupun kafir. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiya’ ayat 35 yang artinya : “Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan”.

            Sebagai seorang mukmin, dengan ketaqwaan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala pastilah memiliki kebahagiaan yang hakiki dalam hati sanubari sehingga masalah apapun yang di dunia ini tidak akan membuat kita mengeluh atau stress apalagi berputus asa. Dengan keimanan yang kuat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala memperkuat keyakinan bahwa apapun ketetapan yang Allah berlakukan untuk dirinya maka itulah yang terbaik baginya. Yakin bahwa tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa (seseorang) kecuali dengan izin Allâh.

Hadirin yang saya hormati,

            Bulan April 2019 mendatang  Indonesia akan merayakan pesta demokrasi yaitu Pemilihan anggota legislatif dilanjutkan dengan Pemilihan Presiden priode 2019-2024. Dalam kesempatan ini saya menghimbau kepada seluruh umat Islam di Indonesia agar turut serta mensukseskan pemungutan suara sesuai dengan aturan yang berlaku. Jangan sampai kita Golput (tidak ikut memilih). Sebagai umat Islam sudah sebarang tentu kita harus memilih para anggota DPR RI dan DPRD yang seaqidah dengan kita yaitu beragama Islam dan kita harus mengetahui apakah mereka itu membenci, memusuhi Islam atau tidak.

            Demikian juga halnya dengan pemilihan Presiden, saya tekankan kepada para jama’ah thariqat naqsyabandiyah Jabal Qubis khususnya dan umat Muslim umumnya, pilihlah Presiden kita mendatang ini yang benar-benar dapat berlaku adil terhadap kaum muslimin. Bangsa Indonesia tentunya berharap Presiden mendatang beserta jajarannya adalah Pemimpin yang amanah. Pemimpin yang dapat menyeimbangkan kepentingan semua umat beragama di Indonesia secara proporsional.

Bapak dan Ibu yang mulia dan dimuliakan Allah,

            Kompleks Pesantren Persulukan Thariqat Naqsyabandiyah Jabal Qubis pertumbuhannya cukup signifikan. Setiap tahun terus saja dilakukan perluasan dan renovasi. Bahu membahu Kami melaksanakan pembangunan tersebut dan Alhamdulillah atas ijin Allah semua berjalan lancar. Tahun 2018 ini sedang dilaksanakan pembangunan gedung mess berlantai 2 sebagai tempat peristirahatan bagi tamu jamaah dari luar daerah yang Insya Allah tahun 2019 diharapkan sudah selesai.

            Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jamaah dan Saudara-saudara kita yang lain, yang telah berpartisipasi baik moril maupun materil dalam pelaksanaan pembangunan gedung dan pembebasan tanah serta partisipasi dalam acara Haul Guru ke-16. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala membalas apa saja yang telah Bapak Ibu korbankan dengan rezeki yang berlipat ganda di dunia dan di akhirat. Amiin Ya Robbal ‘Alamiiin.

Kaum Muslimin dan hadirin yang saya hormati,

            Pada acara Haul Guru ke-16 tahun 2018, beberapa pesan saya sampaikan kepada seluruh kaum Muslimin dimana saja berada serta para Pejabat dan Pemimpin Negara Indonesia, sebagai bahan pemikiran dan instropeksi diri yaitu sebagai berikut :

  1. Bekerja keraslah untuk mencari rezeki yang di Ridhoi oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, tingkatkan ilmu dan raih pendidikan setinggi-tingginya sesuai ajaran Islam, demi kemajuan umat Islam dan Negara Republik Indonesia.
  2. Bersatu padulah wahai kaum Muslimin dalam menghadapi serangan-serangan golongan yang anti Islam di Indonesia, golongan-golongan yang ingin merusak aqidah umat Islam dan golongan-golongan orang yang ingin merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.
  3. Bagi para anggota Dewan Perwakilan Rakyat di Pusat maupun di daerah, laksanakanlah amanah rakyat dengan benar dan jujur berpegang teguh kepada Undang-Undang dan Norma-norma yang berlaku.
  4. Bagi Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada 2019 mendatang, pegang teguhlah amanah rakyat dan bertindak adil serta menjalankan UUD’45 dengan konsekuen. Angkatlah derajat dan martabat bangsa dan Negara Indonesia di mata dunia.
  5. Budayakanlah dzikir dalam hati kamu wahai umat Islam, siapapun kamu, apapun jabatan kamu, agar hati kamu tenteram. Hati yang tenteram akan membawa kamu kepada kebenaran Al-Haqq, kebenaran abadi yang datangnya dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Akhirnya sambutan dan fatwa ini saya akhiri dengan pesan : “Jangan menemaniku hanya karena dunia dan temanilah aku demi Akhirat semata. Jika memang pertemanan kalian denganku benar-benar karena Akhirat, maka dunia akan datang dengan sendirinya, mengikuti dan mengiringnya”.

Wabillahi taufiq wal hidayah, Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Tanjung Morawa, 2 Desember 2018
Thariqat Naqsyabandiyah Jabal Qubis,

Syekh H. Ghazali An Naqsyabandi
Guru Mursyid.