Muktamar ke-IX JATMI

Muktamar ke-IX JATMI

Muktamar ke IX Jam’iyyah Ahli Thoriqoh Mu’tabaroh Indonesia (JATMI) telah di laksanakan pada 20-21 Mei 2009 bertempat di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur. Tujuan muktamar disamping untuk menyusun program jangka pendek dan program jangka panjang juga untuk memilih kepengurusan DPP JATMI priode 2009-2013.

Muktamar tersebut mengambil tema Meneguhkan kembali jatidiri JATMI dan berperan aktif membangun masyarakat dan bangsa yang berakhlak mulia, dihadiri oleh hampir seluruh perguruan thariqat di Indonesia yang telah menjadi anggota JATMI. Bukan saja yang ada di Jawa tetapi juga dari luar pulau Jawa, seperti utusan dari Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera.

Thariqat Naqsyabandiyah Yayasan Jabal Qubis Tanjung Morawa , Sumatera Utara, mengirim utusan 4 orang Mursyid yaitu Syekh H. Ghazali An Naqsabandi, Syekh H. Ramlan Bustomi, Syekh Daniel Ayub dan Syekh Gatot Purwanto BSc serta 67 orang jamaah dari kota Medan, Provinsi Riau, Kota Jakarta, Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten dibawah pimpinan Guru Mursyid Syekh H. Ghazali An Naqsabandi dan merupakan peserta terbanyak.

Hasil Muktamar telah berhasil membentuk kepengurusan yang baru dan untuk jabatan Ketua Umum DPP JATMI priode 2009-2013 terpilih K.H. Nukman Nurhasyim menggantikan K. H. Maqtub Efendi sementara KH.Maqtub Efendi menjadi Rois Am JATMI. Sedangkan Syekh H. Ghazali An Naqsabandi terpilih sebagai anggota Dewan Penasehat.

Kunjungan Kementrian Agama Malaysia

Kunjungan Kementrian Agama Malaysia

Rombongan dari Kementerian Agama Malaysia terdiri 8 orang kaum bapak dan 3 orang kaum ibu, telah berkunjung ke Pesantren Persulukan Thariqat Naqsyabandiyah Yayasan Jabal Qubis Tj. Morawa pada Agustus 2007. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk studi banding karena saat ini ajaran thariqat sudah mulai berkembang di Malaysia. Mereka menyempatkan diri berziarah ke makam Pendiri Yayasan Jabal Qubis Saidi Syekh H. Amir Damsar Syarif Alam dan meninjau tempat persulukan kaum bapak dan sangat berkesan dengan kesederhanaan sarana dan prasarana tempat persulukan namun jumlah jamaah yang bersuluk tetap banyak dengan strata sosial yang beragam.

Banyak pertanyaan yang mereka ajukan berkenaan dengan perkembangan ajaran thariqat naqsyabandiyah di Indonesia. Mulai dari masalah mursyid, silsilah hingga kepada masalah suluk. Tamu dari Malaysia tersebut didampingi oleh beberapa orang pejabat dari Kanwil Departemen Agama Kota Medan serta MUI Kota Medan.

Setelah mendapat penjelesan panjang lebar dari Tuan Guru, akhirnya mereka berkesimpulan bahwa ajaran thariqat naqsyabandiyah tidak bertentangan sama sekali dengan Al-Qur’an dan hadits sehingga menurut mereka ajaran tharekat perlu ditumbuh kembangkan di Malaysia.

Acara kunjungan tersebut diakhiri dengan makan bersama serta tukar menukar cendera mata. Suasana akrab sangat terasa karena disamping mereka cukup antusias ingin mengetahui seluk beluk ajaran thariqat naqsyabandiyah juga karena masih satu rumpun.

Kunjungan Gubernur SUMUT

Kunjungan Gubernur SUMUT

Pada 30 Mei 2008 yang lalu Gubernur Sumatera Utara H. Syamsul Arifin, SE telah berkunjung ke Pesantren Persulukan Thariqat Naqsyabandiyah Yayasan Jabal Qubis di Tanjung Morawa, Sumatera Utara. Kunjungan beliau disamping untuk bersilaturrahmi juga berkesempatan untuk meletakkan batu pertama pembangunan gedung persulukan yang baru terletak di seberang jalan kompleks persulukan sekarang.

Gedung persulukan yang baru tersebut berdiri diatas lahan seluas 2 rante, bangunan berlantai 2 permanen ukuran 15 m x 30 meter dan letaknya berseberang jalan dengan kompleks pesantren sekarang. Biaya yang dibutuhkan hingga selesai diperkirakan mencapai angka Rp 1,5 milyar, dimana biaya tersebut nantinya bersumber dari infaq jamaah dan masyarakat umum. Apabila telah selesai maka gedung tersebut dapat menampung 500 orang jamaah suluk.